Latest News

TIP BELANJA Beli Kosmetika Via Online? Ini Triknya – Solopos

Solopos.com, JAKARTA– Toko online belakangan ini kian beragam menawarkan produk. Dari mulai baju hingga otomotif. Salaj satunya kosmetik dan perlengkapannya. Dengan banyaknya toko online yang menjual kosmetik saat ini, tentunya memudahkan Anda para wanita yang ingin membeli kosmetik.

Namun jangan sampai terkecoh atau malah tertipu saat membeli kosmetik secara online. Berikut ini adalah cara cerdas untuk berbelanja kosmetik di toko online.

1. Lihat Warna

Warna yang ditampilkan di layar monitor bisa berbeda dengan warna aslinya. Kadang toko online tidak selalu memberikan contoh warna kosmetik di lamannya, karena itu Anda harus mencarinya sendiri di internet.

Anda bisa melihat berbagai foto-foto di Google, dengan memasukkan tipe kosmetik yang Anda inginkan. Lihat perbandingan beberapa foto, supaya Anda yakin dengan warnanya, apakah sudah sesuai dengan yang Anda inginkan.

2. Ulasan dari Orang Lain

Ini merupakan hal terpenting sebelum Anda memutuskan untuk berbelanja. Lihat ulasan para pembeli di toko online tersebut, misalnya apakah produk tersebut nyaman dipakai, kandungannya sesuai, dan lain sebagainya.

Jika toko tersebut tidak menyediakan ulasan, maka Anda harus memakai referensi lain, misalnya dari halaman blog orang lain atau dari video tutorial di Youtube. Intinya, Anda harus menyerap berbagai informasi dulu, daripada menyesal setelah membeli.

3. Cek Diskon

Lihat juga berbagai penawaran diskon yang ditawarkan oleh toko online. Ada toko yang menawarkan diskon khusus pada hari-hari tertentu atau ada juga yang menawarkan diskon saat Anda berlangganan newsletter.

Cobalah jeli dalam melihat kemungkinan ini, karena bisa saja Anda mendapatkan produk idaman dengan harga yang lebih murah.

4. Perhatikan Cara Bayar

Biasanya toko online memiliki beberapa cara pembayaran. Pilihlah cara yang paling nyaman untuk Anda, apakah itu dengan menggunakan kartu kredit, transfer langsung, atau e-banking.

Pastikan Anda menyimpan bukti pembayaran, untuk berjaga-jaga jika nantinya produk yang Anda beli tidak juga sampai. Jangan lupa lakukan konfirmasi setelah pembayaran agar produk yang Anda beli segera diproses.

5. Apakah ada garansi

Lihat juga aturan toko online itu, apakah ada garansi kembali jika produk yang diantarkan tidak sesuai dengan yang dibeli. Catat juga nomor layanan konsumen, sehingga Anda bisa mendapatkan informasi lebih tentang hal ini.

Mantan CEO Microsoft Berpaling ke iPhone?

Jakarta – Nama Steve Ballmer begitu melekat dengan Microsoft. Maklum saja, ia adalah mantan CEO Microsoft yang cukup lama menempati posisi mentereng tersebut.Nah, pasca mundur dari raksasa teknologi tersebut, Ballmer kembali menjadi headline pemberitaa…

Jokowi.id Telah Dikuasai, Toto.id Laku Rp 57 Juta

Jakarta – Dari 807 nama domain yang disetujui Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) selama periode Sunrise, delapan nama domain di antaranya didaftarkan lebih dari dua pihak dan pemenangnya diputuskan melalui lelang.

Delapan nama domain itu adalah: andro.id, bcainsurance.id, bola.id, hotel.id, indoglobal.id, jobs.id, tiket.id, dan toto.id. Domain toto.id merupakan domain yang mendapatkan penawaran tertinggi sebesar Rp 57 juta.

Cukup banyak nama populer yang muncul pada deretan nama-nama domain ‘anything.id’. Sebutlah Astra, Djarum, Gudang Garam, Detik, Kaskus, BCA, Telkom, Matahari, Polytron, Ultrajaya, dan nama-nama lain yang tak asing lagi.

Dari merek internasional terdapat nama-nama seperti: BMW, Epson, Ricoh, Specs, Campina, dan Canon. Dari dunia internet muncul nama-nama popoler seperti Google, Twitter, Bitcoin, atau Kindle.

Dari dunia politik Indonesia, tampaknya hanya bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, yang mendaftarkan nama domain jokowi.id. Domain ini didaftarkan oleh Seknas Jokowi, salah satu kelompok relawan pendukung calon presiden tersebut.

Selain nama-nama populer, muncul juga nama-nama yang cukup unik seperti jomblo.id, bobotoh.id, andro.id, bangsawan.id, atau user.id.

Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, mengungkapkan, cukup banyak pemegang merek yang belum mendaftarkan nama domain ‘anything.id’. Next

(ash/ash)

807 Merek Amankan Domain Anything.id

Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah menutup periode prioritas pendaftaran nama domain ‘anything.id’ untuk pemegang nama merek. Periode yang populer dengan sebutan ‘Periode Sunrise’ ini telah berlangsung selama 12 minggu sejak dimulai 20 Januari lalu.

Selama hampir tiga bulan, lebih dari seribu nama domain didaftarkan. Namun hanya 807 nama domain yang memenuhi syarat dan dapat disetujui oleh PANDI.

Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah mengatakan, periode Sunrise memang hanya untuk pemilik sertifikat merek atau yang sudah mendaftarkan mereknya ke Ditjen HKI Kumham. “Jadi cukup banyak yang tidak dapat disetujui nama domainnya karena tidak memiliki sertifikat merek atau bukti pendaftaran nama merek dari Ditjen HKI,” jelas Andi.

Periode prioritas bagi pemegang merek dilakukan untuk menghindari perselisihan nama domain di kemudian hari. “Dengan tiga bulan periode prioritas untuk pemegang merek ini, kami berharap potensi perselisihan di masa depan dapat ditekan,” ujar Andi.

Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, menambahkan, cukup banyak pemegang merek yang belum mendaftarkan nama domain ‘anything.id’. “Banyak pemegang merek yang sebelumnya sudah memiliki domain co.id. Mereka kebanyakan memilih mendaftarkan domain ‘anything.id’-nya pada periode Grandfather,” ungkap Sigit, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Jumat (18/4/2014).

Setelah periode Sunrise, mulai 21 April akan dilaksanakan periode Grandfather hingga 13 Juni 2014. Periode Grandfather merupakan periode prioritas untuk pemegang Domain Tingkat Dua (DTD).id sebelumnya. Pemilik domain abc.co.id, misalnya, dapat mendaftarkan nama domain abc.id.

Periode Grandfather dapat diikuti oleh pemilik domain co.id, net.id, biz.id, web.id, or.id, my.id, sch.id, ac.id, go.id, mil.id, dan desa.id. Pada periode ini, pendaftar nama domain akan dikenai Biaya Administrasi sebesar Rp 250.000 dan Biaya Akuisisi Minimal sebesar Rp 2.500.000. “Biaya ini hanya setengah dari biaya yang diterapkan pada Periode Sunrise,” jelas Sigit.

(ash/ash)

Pileg 2014: Siapa Paling Dominan di Facebook?

Jakarta – Hingar bingar Pemilu Legislatif 2014 tak cuma ramai di dunia nyata. Di jagat jejaring sosial, keramaian yang ditimbulkan pun tak kalah nyaring. Seperti yang terlihat dari data berikut ini.

Menurut data resmi dari Facebook, puncak mention kata kunci ‘coblos’ atau nyoblos’ terjadi pada 8 April atau sehari sebelum pemilihan umum legislatif pada tanggal 9 April 2014.

Audiens yang berinteraksi di Facebook mengenai hal ini berasal dari kelompok umur 18–24 tahun yang mengakses Facebook menggunakan feature phone.

Jokowi menjadi nama yang paling sering di-mention di Facebook sejak Pemilu legislatif pada tanggal 9 April, dengan kebanyakan mention berasal dari pria antara umur 25 sampai 34 tahun.

Untuk lebih detailnya, berikut partai politik dan interaksinya melalui Facebook Page (sampai dengan 16 April 2014)

-. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) – https://www.facebook.com/gerindra
2,4 juta fans, kelompok umur yang paling banyak berinteraksi 18-24 tahun, Jakarta menjadi kota dengan tingkat interaksi tertinggi.
Posting paling populer dalam beberapa pekan belakangan ini:

-. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) – https://www.facebook.com/hanura.official
559.000 fans, kelompok umur yang paling banyak berinteraksi 18-24 tahun, Jakarta menjadi kota dengan tingkat interaksi tertinggi
Posting paling populer dalam beberapa pekan belakangan ini: Next

(ash/rns)

Bill Gates Jadi Panutan Pengusaha Indonesia

Jakarta – Selalu ada pelajaran berharga dari setiap peristiwa. Begitu pun kedatangan orang terkaya di dunia Bill Gates ke Indonesia beberapa waktu lalu. Adalah CEO Samali Hotels and Resorts Adrian Bramantyo Musyanif yang saat itu ikut menyumbangkan dananya bersama Bill Gates melalui yayasan Indonesian Health Fund.

Bram, sapaan akrabnya, berpendapat bahwa banyak hal yang patut ditiru dari sosok Gates, salah satunya adalah jiwa sosial yang tinggi. Tak tanggung-tanggung, pendiri Microsoft ini menyumbangkan dana hingga US$ 40 juta (Rp 400 miliar) untuk yayasan Indonesian Health Fund. Aksinya ini sempat menarik beberapa pengusaha Indonesia untuk ikut berpartisipasi, termasuk Bram.

“Bill Gates itu selain memang jiwa bisnisnya bagus, dia sekarang masuk ke foundation ini punya visi yang bagus yaitu kemanusiaan. Dia tahu kalau penyakit ini (malaria, polio, TBC, HIV AIDS) rata-rata justru ada di negara berkembang bukan negara maju, ini yang perlu dibantu,” kata Bram saat berbincang bersama detikFinance di Essence Apartment Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Tak hanya soal jiwa sosialnya, Gates juga rendah hati. Hal ini juga yang membuat namanya semakin dikenal sebagai orang kaya yang dermawan.

“Tidak sombong atau takabur, down to earth, bisa memberikan sesuatu ke orang lain. Misalnya ada pemasukan lebih, kita lagi beruntung, didonasikan kepada yang tidak beruntung dan itu untuk kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.

(drk/eno)

Keren! Aplikasi Ini Bantu Tunanetra ‘Melihat’

Jakarta – Pernah membayangkan tunanetra bisa mengetahui nominal uang, memilih warna pakaian, atau mengidentifikasi suatu barang dengan akurat? Ya, dengan bantuan aplikasi di gadget iOS atau Android, semua hal itu tak lagi mustahil.Namanya TapTapSee, se…

8 Pebisnis Sukses Indonesia yang Wajib Di-follow

Jakarta – Twitter bukan saja digunakan oleh anak muda dan selebritis untuk eksis di sosial media. Entrepreneur besar di Indonesia pun sudah mulai menggunakan untuk berbagi pikiran tentang kepemimpinan hingga berkicau soal politik.Berikut adalah akun Tw…

Google Intip Email Pengguna, untuk Apa?

Jakarta – Dalam aturan barunya Google menuliskan bahwa mereka kini punya keleluasaam membaca email para pengguna Gmail. Untuk apa?”Sistem kami akan secara otomatis mengalisa semua konten yang ada, termasuk email,” tulis pada salah satu paragraf disclai…

Google Kini Berhak Baca Email Pengguna Gmail

Jakarta – Google baru saja memperbarui daftar persetujuan para pemakai Gmail. Salah satu poin terbaru menyebutkan bahwa mereka berhak membaca email para penggunanya.Ya, aturan yang mulai berlaku dua hari lalu itu memang melegalkan Google untuk membaca …

© INDEPENDENSI.com | visitors